Jadi malam itu mengenang malam ke-2 sebey ku meninggal. Kami sekeluarga berkumpul yasinan.
Aku, shanda, Icha, khe, dan fikri pergi ke atas lantai 2, kami disana tidur-tiduran, makan"
Saat itu, Icha bilang di bawah ada risoles, shanda akhirnya minta tolong sama Icha buat ambilin 4 risoles ke bawah. karena icha sudah makan jadi dia nggak ambil.
Sesudah itu icha langsung ke atas, saat kami ngobrol ngobrol gitu aku melihat khe sedang melihat di dekat jendela dia bilang "Woi cubo tengok ado putih putih di jendela" , shanda bilang "Khe, udalah kita ngebahas yang lain aja yuk" sebenarnya waktu itu aku juga ngeliat tapi bukan hantu loh ya, mungkin terpal (?) terus khe ngomong lgi "Woi itu nian ado putih putih disitu.." Dan untuk kedua kalinya Fikri memotong pembicaraan dan dia langsung negur khe "Sudahlah itu halusinasi khe kali.."
Terus yang ketiga kalinya Khe ngomong lagi "Beneran woi itu ado putih putih dissitu" dengan tampang muka yg serius. Seketika suasana yang mencekam menjadi ricuh, kami semua dorong-dorongan buat turun ke bawah, fikri bilang "Woi risolesnyo tinggal cak mano?" di saat berlari shanda tersandung toples yang berisi roti malkist sampai rotinya berserakan dimana-mana.
Tiba-tiba kami ditegur oleh ibu ibu agar berhenti berteriak, karena saat itu suasana lgi berduka, bukannya malah diam kami semakin teriak, setelah itu ayah shanda langsung ke atas dan memarahi kami.
Setelah itu kami hanya bisa diam, aku dan icha duduk berdua di kursi, saat icha sedang duduk manis, ayah shanda turun dan langsung memberi icha bungkusan 4 risoles sama remah" roti malkist yang digabung menjadi 1 seperti bola :v Dan icha pun hanya tercengang dan terdiam melihat kami.
setelah itu kami tertawa terbahak-bahak, melihat kejadian yang kami perbuat sendiri :v
Tragedi 4 Risoles
- Jumat, 08 April 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar